Ahok: Pertamina Jual Rugi Pertamax Rp 2.165 per Liter

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui perusahaan pelat merah belum menjual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sesuai dengan harga keekonomiannya. Bahkan, Pertamina terhitung masih rugi untuk penjualan beberapa produknya.

“Pertamax jual rugi lebih-kurang Rp 2.165 per liter. Itu tergantung dengan kurs dan harga ICP (Indonesian crude price),” kata Ahok saat dihubungi melalui pesan pendek, Jumat, 3 Juni 2022.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 per April 2022 naik menjadi Rp 16 ribu per liter. Sedangkan sebelumnya, harga keekonomian BBM tersebut sebesar Rp 14.526 per liter.

Tidak hanya Pertamax atau BBM RON 2, Pertamina pun mematok Dexlite di bawah harga keekonomian. Dari seluruh produk yang dijual, Ahok mengakui hanya Pertamax Turbo yang dilepas sesuai dengan harga pasar.

Kondisi ini diakui menjadi salah satu penyebab arus keuangan Pertamina pada akhir 2022 defisit hingga US$ 2,44 miliar. Hingga akhir tahun, negatif arus kas ini disinyalir bisa mencapai US$ 12,98 miliar.

“Karena saat ini hanya Pertalite (yang diberikan kompensasi oleh pemerintah),” ucap Komisaris Utama Pertamina itu.

Kendati begitu, Ahok optimistis perusahaan akan tetap mencapai target keuntungan yang telah ditetapkan. “Harus selalu optimistis,” katanya.

Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi RON 92 menjadi Rp 12.500 atau naik Rp 3.500 dari Rp 9.000 per liter. Penjabat sementara Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan Pertamina mempertimbangkan daya beli masyarakat.

“Ini kita lakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat,” ujar Irto dalam keterangannya, 31 Maret 2022.

Harga BBM ini tersundul oleh harga minyak dunia yang melonjak menjadi di atasUS$ 100 per barel. Harga minyak mentah Indonesia atau ICP per 24 Maret 2022 melompat menjadi US$ 114,55 per barel atau naik hingga lebih dari 56 persen dari periode Desember 2021 yang sebesar US$73,36 per barel.

Related Posts

Rupiah Perkasa terhadap Dolar AS Sore Ini, Apa Saja Pemicunya?

Nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 3 Juni 2022, ditutup menguat. Selain rupiah, sejumlah mata uang lain di kawasan Asia juga terpantau menguat. Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar…

IHSG Menguat dalam Sepekan, Beli Bersih Investor Asing Tembus Rp 65,7 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai beli bersih investor asing sepanjang perdagangan Jumat, 3 Juni, mencapai Rp 315,50 miliar. “Dan sepanjang 2022, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar…

Harga Emas Antam Turun Rp 10 Ribu Jadi Rp 979 Ribu per Gram

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Sabtu, 4 Juni 2022, turun Rp 10 ribu dibandingkan dengan kemarin. Harga emas Antam pada 3…

Pekan Ini, Bank Indonesia: Modal Asing Masuk Rp 10,37 T, Paling Banyak di SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk senilai Rp10,37 triliun ke pasar keuangan domestik pada pekan ini untuk periode 30 Mei-2 Juni 2022. Direktur Eksekutif Kepala Departemen…

Tahukah Sebutan Bilangan di Atas Triliun? Ada Sekstiliun, Nolnya Berapa?

Triliun merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut bilangan setara 1.000 miliar. Bilangan ini dituliskan dengan lambang angka 0 sebanyak 12 kali. Lalu, Apa istilah yang digunakan untuk menyebut…

Berikut Jadwal Sampoerna Agro Bagi-bagi Dividen Rp 135 Per Saham

Emiten perkebunan sawit PT Sampoerna Agro Tbk.(SGRO) sepakat membagikan dividen tunai tahun buku 2021 senilai total Rp245,51 miliar Berdasarkan keterangan resmi SGRO, dikutip Jumat 3 Juni 2022, perseroan akan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *